Welcome!

YOU HAVE COME TO THE RIGHT PLACE!

THIS SITE IS FOR THOSE LOOKING MOTIVATION, IDEAS, TIPS, AND SECRETS.

MY Goal: I will reveal creative ideas, tips and secrets on how you can successfully make your life be better. Love, happiness, and sharing is a must! I will show you how to calculate your Return On Investment (ROI) on Love, Happiness, and Felling. :) Finding out your ROI, will help you decide if the love you are about to spend is a worthwhile investment and makes you more happy than ever. This is the place for you to at least reveals the extra worth ideas, tips, or secrets you needed the most.

http://www.bisnisonlinejaya.com

We must do what we ought to do!

Check us out...
You'll find what you're looking for soon enough !

You'll find it here !


Friday, July 13, 2012

Percaya atau Tidak Tuhan Akan Tetap Eksis


God Still Alive...!

“Why do you still believe GOD was created the earth and HE is still watching over us?” Demikian pertanyaan pedas dan tajam seorang kawan saya yang bagi dirinya tuhan adalah ‘work’ alias kerja. Anda tidak bekerja maka Anda tidak bertuhan. Ia seorang workaholic yang jam kerjanya mulai dari 7 pagi sampai 10 malam. Berhasil dalam dunia bisnis sih. Punya banyak uang, dan disenangi banyak wanita. Saya hanya tersenyum dan menjawab pendek, Without HIM you’ll never be as great as you are now.” Ia tertawa terbahak-bahak dan bilang, “Once again, you are freaking insane, man!” Sekali lagi, kamu gila bener, semprotnya. Bagi saya itulah hidup. Pilihan untuk meyakini bahwa ada creator agung yang menciptakan kita ataupun tidak meyakininya sama sekali terpulang ke setiap kita. Dan saya cukup sadar for what I stand for.

Manusia (kita semua) adalah mahluk berpikir. Kita diberikan otak, akal, pikiran, dan pengetahuan. Tapi juga serempak kita diberikan hati, perasaan, dan willingness to believe’. Kemampuan dan kehendak untuk percaya dan mempercayai. Akal memaksa kita berpikir secara logis. Tapi logika kadang mengukung kita di balik tempurung kekerdilan berpikir untuk tidak mau dan tidak dapat menerima sesuatu yang di luar akal. Tak terjangkau pikiran. Sesuatu yang tidak logis, atau katakanlah yang supranatural. Nah, hati dan perasaan yang kita miliki tak jarang mementung keegoan kita untuk akhirnya menjadi mampu dan mau menerima yang supranatural tersebut. Kemampuan untuk memahami, merasakan, dan mengakui adanya mujizat. Kesediaan untuk meyakini adanya ‘sosok agung’ yang kita sebut dan panggil sebagai GOD. Tuhan semesta alam. Tuhan Sang Pencipta.

Semakin pintar dan cerdas seseorang bisa saja akan semakin logis cara dia berpikir. Tapi kelogisan berpikir tidak serta merta menunjukkan kebenaran cara berpikirnya. Mari kita tengok kecerdasan dan kepintaran Stephen Hawking, penulis buku ‘A brief history of time’ (sejarah sang kala). Seluruh tubuhnya lumpuh, yang tersisa dan masih bekerja aktif adalah sebagian kecil dari otaknya. Tapi saking pintarnya ia dijuluki sebagai juru bicara alam semesta. Pakar matematika dan ilmu-ilmu fisika (khususnya teori kuantum) ini bahkan disetarakan dengan Albert Enstein. Yang berfungsi dalam diri Hawking hanyalah otaknya.

Wednesday, June 13, 2012

Perbedaan Anda Dengan Boss Anda


When you take a long time, you're slow. When your boss takes a long time, he's thorough.

When you don't do it, you're lazy. When your boss doesn't do it, he's too busy.

When you make a mistake, you're an idiot. When your boss makes a mistake, he's only human.

When doing something without being told, you're overstepping your authority. When your boss does the same thing, that's initiative.

When you take a stand, you're being pig-headed. When your boss does it, he's being firm.

When you overlooked a rule of etiquette, you're being rude. When your boss skips a few rules, he's being original.

When you're out of the office, you're wandering around. When your boss is out of the office, he's on business.

When you're on a day off sick, you're always sick. When your boss has a day off sick, he must be very ill.

When you apply for leave, you must be going for an interview. When your boss applies for leave, it's because he's overworked.

Saturday, June 9, 2012



Salah satu buku yang banyak dibaca orang adalah sebuah buku yang berjudul How to Cope With Difficult People (Bagaimana Mengatasi Orang yang Sulit).
Saya tidak heran kalau buku semacam itu laris. Apa sebab? Sebab dalam hidup ini, tidak jarang kita bertemu dengan orang-orang yang sulit dan kita tidak punya pilihan lain. Malah kadang-kadang harus bekerja sama atau tinggal serumah dengan orang seperti itu. Di kantor juga kita sering bekerja dengan orang yang sulit.

Diantara banya cirri khas orang sulit, satu diantaranya adalah sulit diajak bergau dengan enak. Orangnya terlalu serius. Tidak bisa diajak guyon. Tidak punya rasa humor. Kalau diajak guyon, dianggap serius, yang terjadi adalah salah paham.

Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang tidak bisa diajak guyon? Saya pernah! Saya punya teman sekolah di SMA yang sudah kebih dari 20 tahun tidak ketemu. Begitu ketemu, tentu saya amat gembira. Dan, secara spontan saya bertanya “Hey, apa kabar? 20 tahun kemana aja lu? Kok sekarang gendut. Hamil berapa bulan?” tanpa saya duga, dia ternyata marah. Menyebalkan memang bergaul dengan orang sulit seperti itu.

Orang yang sulit adalah juga orang yang pesimis, orang yang cara berpikirnya negatif---istilah bahasa Inggrisnya negative thinking. Kalau melihat sesuatu, yang dilihat Cuma segi jeleknya, sisi gelapnya. Ada orang yang baru pulang jalan-jalan dari Eropa. Ia ditanya “Bagaimana perjalannya? Menyenangkan bukan?” Apa jawabnya “capek!” Yang berkesan Cuma capeknya. Ada orang yang dapat promosi, naik pangkat. Orang mengucapkan, “Wah, selamat ya Pak, naik pangkat!” Apa jawabnya? “Selamat apa? Dikira naik pangkat itu enak apa? Malah tambah pusing!”. Yang dilihat dari sisi negatifnya. Ibaratnya gelas setengah penuh, dibilang setengah kosong.

Di dalam hidup kita, kadang-kadang kita harus bertemu dengan orang-orang yang sulit. Karena itu pulalah buku How To Cope With Difficult People itu laris. Tetapi tanpa membaca buku itupun kita sebenarnya harus bisa menghadapai orang-orang yang sulit tersebut.

Pertama, orang sulit yang kita temui jangan langsung ditendang dan disingkirkan.
Kedua, orang-orang yang sulit itu justru harus kita rangkul. Kita harus memperlakukan orang sesuai karakternya masing-masing. Ada yang harus diperlakukan dengan lembut, tetapi ada juga yang harus dierlakukan dengan keras.
Ketiga, ini juga sangat penting! Bagaimana melembutkan hati orang yang sulit? Dengan kesabaran. Tapi juga jauh lebih penting lagi adalah, dengan bukti.

Anda menghadapi orang yang keras hati, sangat sulit di ajak kompromi. Sabar. Dan beri bukti melalui diri anda sendiri.
Kita tahu sekarang ini, televisi jauh lebih popular dari radio. Mengapa? Karena melalui televisi kita melihat, sedang melalui radio kita Cuma mendengar. Apa yang kita lihat itu lebih berkesan dari pada apa yang hanya kita dengar.

Kenapa Harus Hidup Penuh Kebencian?

Dalam menjalani hidup pun ketika sementara berinteraksi dengan teman kerja, keluarga jauh, keluarga dekat, atau dengan siapa saja, dengan sendirinya akan terbentuk suatu jalinan yang sarat tuntutan. Artinya begini, kawan Anda tentu mengharapkan yang terbaik dari sikap dan tindak tanduk serta tindak laku Anda sebagai orang yang dekat dengan mereka. Begitu pula sebaliknya, Anda sangat mengharapkan yang terbaik juga akan datang dari mereka.

Nah, ketika yang mereka harapkan tak sesuai harapan, sering muncullah kekecewaan demi kekecewaan, “Ah, kok kualitasnya hanya segitunya sih!” Inilah yang saya bilang mengandung paradoks (dua hal yang bertentangan) dan kausalitas (dua hal yang saling menyebabkan). Bukankah satu keluarga, katakanlah kita penghuni rumah ini adalah “orang-orang terdekat” kita pada saat sedang mengompasiana? Kemudian apa yang terjadi?, tentu kita lalu akan saling mengandalkan satu dengan yang lain, kita mempunyai ekspektasi (harapan yang mengandung unsur tuntutan) yang tinggi antara satu dengan yang lain. Jika ekspektasi berbeda dengan kenyataan yang kita temui, makalah muncullah kekecewaan tersebut. Lalu kemudian kita menjadi kesal, kekesalan kemudian meruncing menjadi suka mengecam. Kecaman akhirnya menimbulkan keributan, dan akibatnya muncullah pertengkaran. Di sinilah letak kausalitasnya: Kita benci karena kita mencintai. Itu sebabnya kata “benci” seolah-olah merupakan singkatan dari “benar-benar cinta”.

Kalau ternyata pertentangan, saling serang, saling hujat lewat tindakan apapun, bahkan tak jarang cacian dan makian yang lebih menguasai emosi kita. Wlahualam deh apa yang akan terjadi selanjutnya. Kalau semuanya terus terjadi ke arah yang negative maka pasti ada yang salah. Ada yang keliru di situ. Berarti ada kemungkinan lain yang tidak bisa tidak pastilah berujung kepada sesuatu yang tidak baik. Iri, dengki, dendam, rasa tidak suka, keinginan untuk menjatuhkan, tidak senang melihat “sukses” orang lain, dan lain sebagainya. Kalau demikian, alamatnya sudah jelas: Perseteruan berkepanjangan. Pertikaian tak berujung! Tidak ada yang mau mengalah dan mengaku salah. Tidak ada cinta, hanya benci melulu. Rumah yang sehat akan menjelma menjadi rumah yang sakit-sakitan, sudah barang tentu penghuni yang lain akan mudah terjangkit sakit juga. Akhirnya yang sakit membantu yang sakit untuk menyerang yang sakit. Lalu kapan sembuhnya?

Mari kita berbenah menjadi lebih baik dan lebih baik dan lebih baik lagi sebagai penghuni rumah sehat yang bertanggungjawab, dan yang mampu hidup rukun di bawah satu atap. Kalau pun ada riak-riak pertentangan dan ketidaksamaan pendapat, jangan landasi itu dengan benci tapi landaskan itu dengan cinta. Sebab benci melahirkan pertikaian tapi cinta menutupi banyak kekurangan.

Wednesday, May 30, 2012

Mewujudkan Mimpi Saya Dengan Hunian Ideal


Memiliki rumah adalah impian setiap orang. Saya termasuk di antara mereka yang memiliki impian tersebut. Sejak pertama kali bekerja selepas dari bangku kuliah, menyeruak keinginan terbesar dalam diri saya untuk memiliki rumah tinggal sendiri. Rumah di mana saya nantinya bisa tinggal dan menetap tanpa harus membebani orang tua lagi. Memang benarlah apa kata orang banyak bahwa rumah sudah menjadi kebutuhan pokok setiap manusia. Kita mungkin bisa saja menyewa kontrakan, menyewa kamar kos, tapi memiliki hunian pribadi adalah sebuah dambaan setiap insan.

Nah, apapun pekerjaan dan keberadaan Anda saat ini, rumah impian atau hunian ideal bukanlah sesuatu yang mustahil untuk terus diimpikan dan didambakan. Hal itu jugalah yang masih terus menjadi dambaan dan impian saya saat ini. Masalah ideal tidaknya rumah impian kita tentu tergantung masing-masing kita, mulai dari segi ukuran besarnya, bentuknya, jumlah kamarnya, warnanya, dan sebagainya.

Di Indonesia memang sudah terlihat sangat jelas, permintaan dan kebutuhan akan tempat tinggal semakin bertambah dan akan selalu bertambah. Dan ternyata peluang pasar permintaan “hunian ideal” tersebut dilihat secara jeli dan terbaca jelas oleh dunia perbankan. Kalangan perbankan cepat sekali mengantisipasi kebutuhan tersebut dengan mengeluarkan berbagai produk maupun fasilitas yang mempermudah masyarakat yang ingin mendapatkan rumah. Antara lain tentu saja pihak perbankan gencar meluncurkan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Dari sejak kecil saya sudah diajarkan oleh orang tua tentang betapa pentingnya gemar menabung itu. Bahwa apabila kita sejak kecil sudah terbiasa untuk hemat dan gemar menabung, maka kita akan menikmati hasilnya suatu hari kelak. Hal tersebut memang benar, bahkan saya masih terus menabung hingga saat ini. Hal itu sudah menjadi habit yang baik. Tapi ketika diperhadapkan terhadap kenyataan saat ini, setelah saya dewasa, bahwa saya menghendaki memiliki rumah tempat tinggal pribadi, saya pun menemukan sedikit kekecewaan. Karena apa? Karena ternyata tabungan saya belum cukup. Atau bahkan tidak akan pernah cukup? Sebab, mana mungkin saya dapat membeli rumah yang harganya sudah begitu tinggi, dan akan semakin tinggi jika mesti membayarnya secara cash/ tunai? Mustahil.

Untung benar, saya mendapatkan informasi yang melimpah saat ini tentang betapa BCA semakin menawarkan berbagai penawaran demi kemudahan banyak orang-termasuk saya-untuk memperoleh hunian ideal yang sudah diimpi-impikan. Untuk memiliki hunian ideal nasabah tidak hanya dimanja dengan fasilitas KPR BCA, tapi juga dapat memanfaatkan fasilitas BCA lainnya seperti KKB BCA dan Kartu Kredit BCA. Untuk mengetahui lebih lanjut, nasabah akan dipersilahkan mengunjungi website resmi BCA di www.bca.co.id. Melalui corporate website tersebut, BCA memberikan edukasi serta tips sebelum nasabah memutuskan untuk mewujudkan hunian ideal.
Salah satu produk yang layak untuk diperhitungkan adalah produk KPR BCA dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Fasilitas ini secara khusus didesain untuk membantu nasabah mewujudkan hunian ideal melalui cara kredit. Selama ini, sebagian besar nasabah hanya mengetahui bahwa KPR merupakan satu-satunya fasilitas perbankan yang digunakan untuk membeli hunian ideal, padahal tidak demikian. BCA selangkah lebih maju karena memiliki berbagai produk untuk memenuhi keinginan itu. Misalnya saja, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA dan Kartu Kredit BCA.
Bank BCA memiliki beberapa program unggulan, di antaranya kemudahan transaksi, kemudian Bank BCA juga melakukan perencanaan financial, ada juga program pendidikan bagi sang buah hati, perlindungan jiwa dan kesehatan sebagai suatu bentuk investasi, serta program untuk mewujudkan hunian ideal.

Sekarang saya punya target dan impian yang mesti bisa saya wujudkan. Saya berkeyakinan dengan program yang digelontorkan oleh Bank BCA dapat membantu saya membuktikan bahwa impian saya bukan hanya mimpi belaka. Bahwa impian dan harapan saya memiliki hunian ideal bisa saya wujudkan. Target saya dalam dua tahun kedepan saya sudah bisa memiliki rumah sendiri. Hunian yang akan saya rancang dan sesuaikan dengan standart ideal menurut kaca mata saya sendiri.

Ajakan saya kepada para nasabah Bank BCA lainnya agar supaya memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan Bank BCA sebaik mungkin. Program tersebut sudah jelas akan bisa memfasilitasi perwujudan impian kita untuk memperoleh hunian yang mungkin hanya ada dalam imaginasi dan angan-angan kita. Sekarang tunggu apa lagi, ayo wujudkan impian Anda memiliki rumah impian, dengan mempergunakan fasilitas atau produk keluaran Bank BCA tersebut. (Heidy Sengkey)


Sunday, May 20, 2012

How To Drive More Traffic To Your Site?

How to Select a template

Template is a main part of your blog.There is few things to know before you select a template for your blog.Don't select much heavy template it means if that selected template get much time to load readers will never like it.Your template should have the ability to attract the readers eyes.Ones they see that they will remeber your blog with your template.So your blog will be on their mind for long time.So select a nice looking simple template.Then readers will browse more pages on your blog.


When Posting

When you posting don't copy content form any other blog.Always write unique & fresh content.So readers will have a visit for every blog post you write.They will follow your blog.


How to monetize your blog

Don't put so many ads on your blog.Check my one you can see their are only 3 ad units.Readers never come for ads they are for your content.If you put more ads it will be a headache for them and they will leave from your blog without reading your cotent.Also they will never comeback.


Add a sharing widget

Adding a sharing widget is good way to get more traffic from social bookmarking,networking sites.If your contect is good they will definately share it with their freinds.Think that you have 100 visitors for day.If  10 people shae your content with their friends it is still good enough.You can see that some people have thousands of followers,friends on social networking,bookmarking sites.We only have to add a sharing widget for this.So this is good way to get more visitors without a much effort.


Categorize your blog posts 

If your blog is still not categorized this is best time to do it.Check on my blog I have categorized my blog posts under few labels.So users can easily find what they want.Think that you are interset about blogging.I have labeled the all blog posts about blogging under "blogging" lebel on my blog,So you can easily find what you want.Otherewise you will have to check all posts to find what you want.Now I think you have understand the important of categorizing your blog.

Friday, February 17, 2012

How to Get More Traffic

How to Get More Traffic

by Scott Berkun
As soon as a blogger publishes their first post, their first question is: Where’s all my traffic? Everyone assumes they’re the only one seeking attention, when in truth nearly everyone is. It takes time to build an audience and no one gets much traffic without putting in the effort.
Here at WordPress.com we want you to get more traffic, and we build features and services to help. It’s been awhile since we’ve told you about them, so here are our top recommendations:
  1. Update your About Page. One of the first things visitors to your site will want to know is something about who you are. If you don’t update your About page to include a short bio, and they find a generic page instead,  they’ll be disappointed. But if you briefly explain (two paragraphs is plenty) what the blog is about, and who you are, they’ll be more likely to come back.
  2. Turn on Publicize. You can easily set up your WordPress.com blog to automatically share new posts out to your Twitter, Facebook, Yahoo or LinkedIn accounts. This increases your reach every time you publish a post.
  3. Turn on Sharing. With a few clicks, you can make it so any visitor can share a link to your post out to their social networks, their blog, or through email.
  4. Let readers subscribe by email. Email is often forgotten as a source of traffic. If you turn on the Subscriptions widget, people can choose to get notified of new posts on your blog, automatically, via email. It’s a great way to keep them connected to your blog without any extra work for you, or for them.
  5. Post regularly. Pick a schedule that works for you – once a day, once  a week, once every two weeks, and stick to it. Mention that frequency in your About page, and put reminders on your personal calendar. It’s only when people can expect regular posts that they’ll be compelled to come back to see what you’ve written next. If you need ideas for posts, read and subscribe to DailyPost, where we give topic ideas and blogging advice every day. You can also use PressThis to quickly generate new posts while you are browsing the web.
  6. Write Well.  It’s often unsaid, but better posts get more traffic. There’s no sense in posting every day, if every post is boring or poorly written. It takes time to develop interesting ideas, and to edit posts to be concise and typo free. If people find a careless writer at work, they won’t be back. What good is more traffic if the content they see isn’t good enough for them to choose to return?
  7. Pick good titles. Blog post titles are like newspaper headlines. They need to be short and interesting to get people to want to see what’s inside. It takes some thinking to get a title down to a short sentence, but it’s time well spent. On Facebook and Twitter, all people will often see is the title and your link.
  8. Link to bloggers like you. When you link to another blog, they’ll typically get notified (via a pingback) that someone has mentioned them. This will encourage them to visit your blog and, if they like what they find, link to you as well in their posts. But do it sparingly; too many links and we call it SPAM. If you find a post you like, excerpt a paragraph and link to the rest. Also check out Freshly Pressed and our Global Tags to find blogs with similar interests, and subscribe to their blog. You can use tags in your own posts so your work will surface there as well.
  9. Comment on other blogs like yours.  Every comment is an opportunity to show how well you write and think. When people read a great comment, they’ll see your name, and the link to your blog, encouraging them to see what else you have to say. Identify good blogs on topics similar to your own, read and contribute sincerely.
  10. Respond to every comment you get. When people comment on your blog, they’ve invested a lot of their time. Reward them by answering questions and taking their feedback, and they’ll come back again.
  11. Take requests.  Write a post requesting your readers (or your friends) to suggest topics to write about. Reach out to Facebook, twitter, or friends, for suggestions. Then let them know you’ve written about what they asked for. It’s a great way to make sure everything you write will have at least one reader.
  12. Pay for traffic. Web applications like StumbleUpon can bring visitors to your posts with rates starting at $.05 per visit. If you’ve just published a great post and you really want some feedback from visitors, this can be a good way to get started. Companies looking for broader distribution, including getting content seen by journalists, should try services like PR Newswire.