Welcome!

YOU HAVE COME TO THE RIGHT PLACE!

THIS SITE IS FOR THOSE LOOKING MOTIVATION, IDEAS, TIPS, AND SECRETS.

MY Goal: I will reveal creative ideas, tips and secrets on how you can successfully make your life be better. Love, happiness, and sharing is a must! I will show you how to calculate your Return On Investment (ROI) on Love, Happiness, and Felling. :) Finding out your ROI, will help you decide if the love you are about to spend is a worthwhile investment and makes you more happy than ever. This is the place for you to at least reveals the extra worth ideas, tips, or secrets you needed the most.

http://www.bisnisonlinejaya.com

We must do what we ought to do!

Check us out...
You'll find what you're looking for soon enough !

You'll find it here !


Saturday, June 9, 2012

Kenapa Harus Hidup Penuh Kebencian?

Dalam menjalani hidup pun ketika sementara berinteraksi dengan teman kerja, keluarga jauh, keluarga dekat, atau dengan siapa saja, dengan sendirinya akan terbentuk suatu jalinan yang sarat tuntutan. Artinya begini, kawan Anda tentu mengharapkan yang terbaik dari sikap dan tindak tanduk serta tindak laku Anda sebagai orang yang dekat dengan mereka. Begitu pula sebaliknya, Anda sangat mengharapkan yang terbaik juga akan datang dari mereka.

Nah, ketika yang mereka harapkan tak sesuai harapan, sering muncullah kekecewaan demi kekecewaan, “Ah, kok kualitasnya hanya segitunya sih!” Inilah yang saya bilang mengandung paradoks (dua hal yang bertentangan) dan kausalitas (dua hal yang saling menyebabkan). Bukankah satu keluarga, katakanlah kita penghuni rumah ini adalah “orang-orang terdekat” kita pada saat sedang mengompasiana? Kemudian apa yang terjadi?, tentu kita lalu akan saling mengandalkan satu dengan yang lain, kita mempunyai ekspektasi (harapan yang mengandung unsur tuntutan) yang tinggi antara satu dengan yang lain. Jika ekspektasi berbeda dengan kenyataan yang kita temui, makalah muncullah kekecewaan tersebut. Lalu kemudian kita menjadi kesal, kekesalan kemudian meruncing menjadi suka mengecam. Kecaman akhirnya menimbulkan keributan, dan akibatnya muncullah pertengkaran. Di sinilah letak kausalitasnya: Kita benci karena kita mencintai. Itu sebabnya kata “benci” seolah-olah merupakan singkatan dari “benar-benar cinta”.

Kalau ternyata pertentangan, saling serang, saling hujat lewat tindakan apapun, bahkan tak jarang cacian dan makian yang lebih menguasai emosi kita. Wlahualam deh apa yang akan terjadi selanjutnya. Kalau semuanya terus terjadi ke arah yang negative maka pasti ada yang salah. Ada yang keliru di situ. Berarti ada kemungkinan lain yang tidak bisa tidak pastilah berujung kepada sesuatu yang tidak baik. Iri, dengki, dendam, rasa tidak suka, keinginan untuk menjatuhkan, tidak senang melihat “sukses” orang lain, dan lain sebagainya. Kalau demikian, alamatnya sudah jelas: Perseteruan berkepanjangan. Pertikaian tak berujung! Tidak ada yang mau mengalah dan mengaku salah. Tidak ada cinta, hanya benci melulu. Rumah yang sehat akan menjelma menjadi rumah yang sakit-sakitan, sudah barang tentu penghuni yang lain akan mudah terjangkit sakit juga. Akhirnya yang sakit membantu yang sakit untuk menyerang yang sakit. Lalu kapan sembuhnya?

Mari kita berbenah menjadi lebih baik dan lebih baik dan lebih baik lagi sebagai penghuni rumah sehat yang bertanggungjawab, dan yang mampu hidup rukun di bawah satu atap. Kalau pun ada riak-riak pertentangan dan ketidaksamaan pendapat, jangan landasi itu dengan benci tapi landaskan itu dengan cinta. Sebab benci melahirkan pertikaian tapi cinta menutupi banyak kekurangan.

No comments:

Post a Comment